Monday, June 22, 2009

Listening to Gymnopédie


Beberapa hari ini gw lagi keranjingan denger Gymnopedie. Ketika mendengar namanya, mungkin orang akan mengira Gymnopedie sebagai benda yang termasuk dari salah satu alat gym. Tetapi sayangnya bukan, Gymnopedie merupakan salah satu piece dari Erik Satie. Mungkin orang-orang akan lebih mengenal Gymnopedie sebagai Satie. Musik instrumental ini biasanya selalu ada di ringtone hape-hape nokia. Untuk yang mau mendengarkan,bisa didownload disini, Gymnopedie.

Mendengarkan dentingan piano pada set piece ini rasanya bener-bener mengatur mood banget. Nada-nada denting piano mengalir dengan pelan memasuki akal dan jiwa, membuat tenang. ^^
Satie sendiri menyebut Gymnopedie sebagai furniture music yaitu musik background yang dapat mengatur mood pendengarnya.

Berdasarkan wikipedia, Satie menuliskan set piece ini dari puisi J.P. Contamine de Latour. seperti ini puisinya:
Slanting and shadow-cutting a flickering eddy
Trickled in gusts of gold to the shiny flagstone
Where the ambre atoms in the fire mirroring themselves
Mingled their sarabande to the gymnopaedia
Terdapat banyak penafsiran dari puisi ini dan bagaimana anda menafsirkan puisi ini?,,haha

Kembali ke set piece dari Satie. Yang jelas mendengarkan Gymnopedie ini bagi gw membawa ketenangan dan kedamaian buat pikiran. Mendengarkannya, berasa berada dijalan dekat pinggir pantai pada waktu malam hari,hmm menyenangkan,haha. Gw juga mempunyai obsesi tersendiri untuk melakukan sebuah tindakan dengan menggunakan set piece ini sebagai musik backgroundnya. Semoga suatu saat dapat terjadi,hehehe. Amin


Saturday, June 13, 2009

Ketika Uang Menjadi Salah Satu Simbol Interaksi


Yah tulisan ini didasari oleh gw ketika berinteraksi dengan pengamen buta di kereta. Dimana interaksi gw dan dia tercipta akibat uang. Uang menjadi simbol fondasi kehidupan modern. Ia menggantikan cara barter dan merasionalisasikan sebuah interaksi diantara dua orang. Simbol sering digunakan oleh individu untuk merepresentasikan ciri-ciri mereka kepada individu-individu lain. Simbol merupakan aspek penting yang dapat membuat individu-individu bertindak menurut cara-cara khas yang dilakukannya. Karena simbol, manusia tidak memberikan respon secara pasif terhadap realitas yang memaksakan dirinya sendiri namun secara aktif menciptakan dan mencipta ulang dunia tempat mereka berperan (Ritzer 2004:292).

Secara ideal, uang memiliki tiga fungsi utama yang sebagaimana dijelaskan oleh Caruthers, yaitu sebagai alat tukar, penyimpan nilai dan kesatuan dari akun. Dalam ketiga fungsi tersebut, uang dapat dipahami sebagai fungsi untuk mereduksi biaya transaksi yang harus dikeluarkan seseorang, memfasilitasi transaksi untuk kepentingan sendiri, memberikan kesempatan pada individu untuk mengakumulasi nilai, membuat pola tarik menarik dari antar massa dan menyediakan ukuran untuk perbandingan. Namun sebagai sebuah alat dalam dinamisasi kehidupan manusia. uang menjadi simbol yang dapat memiliki makna sendiri dan memberi makna kepada konteks ia digunakan.

Ia dapat memiliki makna sendiri ketika interaksi tersebut didasarkan pada uang. Semisal saya yang berinteraksi dengan pengamen karena didasarkan uang yang saya berikan. Uang menjadi makna untuk mensambungkan dua orang asing untuk berinteraksi. Hal yang sama terjadi ketika kita berbelanja di pasar, mal, membeli tiket dan lain halnya. Uang dapat menyatukan orang-orang asing untuk berinteraksi didalam suatu kelompok. Hal ini terjadi dalam ruang kerja, dimana saya dan partner kerja bekerja sama untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan atau proyek untuk mendapatkan uang dari atasan. Ketika pekerjaan itu selesai, bisa jadi kita kembali menjadi orang yang asing. Uang dalam hal ini memberi bentuk dalam interaksi diantara orang-orang. Ia membentuk interaksi seperti apa yang terjadi diantara orang-orang.

Selain dapat memberikan sebuah bentuk, uang memberikan isi atau makna dari interaksi yang terjadi diantara orang-orang. Hal ini terjadi ketika kita ingin menyuap atau memberi imbalan kepada orang lain. Uang memberi makna pada interaksi, interaksi tersebut dapat ditujukan untuk pengucapan terima kasih, untuk memohon sebuah bantuan, sebagai pelicin untuk memudahkan suatu proses kegiatan. Uang memberikan arti kepada interaksi yang terjadi.

Sebagai sebuah alat, uang bisa dikatakan sebagai temuan yang paling berpengaruh dalam kehidupan masyarakat global. Uang merasionalisasikan setiap kegiatan perekonomian dan interaksi. Uang juga yang menjadi alat mempermudah terjadinya kapitalisme. Tetapi disisi lain, uang juga banyak dan memberi kemudahan dalam kehidupan kita. Secara keseluruhan, uang merupakan simbol dari masyarakat modern.

Friday, June 12, 2009

A New World is Waiting Ahead

Akhirnya setelah 4 tahun kuliah, selesai juga pada tanggal 9 Juni 2009 pada pukul 16. Walaupun sebelum sidang mengalami banyak kendala tapi akhirnya semua terbayar dengan hasil yang terlihat. Terima Kasih Tuhan.^^

Kemudian,gw ngasih tau ke bokap dan nyokap mengenai status baru gw ini. Responnya menandakan bahwa mereka bahagia bisa melihat gw bisa lulus dari kuliah dengan waktu yang normal, tidak prematur dan tidak lama. Lalu muncul pertanyaan baru, setelah lulus mau ngapain?,,kembali ke realitas yang terhampar didepan mata. Sebetulnya sih impian banyak, dari pengen keliling dunia, pengen kerja di swasta, pengen s2 di Eropa. Tapi bingung begimana mengatur rencananya. Kayaknya harus mulai nih..

Dalam tahapan ini, gw merasa udah mencapai fase kehidupan baru. Dari bayi ke balita. Dari balita ke anak kecil. Masuk SD, sekolah 6 tahun, pake putih merah. Masuk SMP, memakai putih biru, mulai mengalami masa-masa puber. Masuk SMA, memulai fase kedewasaan dan melatih kematangan berpikir. Masuk kuliah, melatih kedewasaan dan mulai mengenal makna kehidupan. Fase-fase itu sangat tidak terasa, tiba-tiba sudah mencapai tahapan sekarang. Kehidupan itu benar-benar semu, tidak terasa dan berjalan secepat cahaya. Banyak kenangan yang baik dan buruk yang memberi pelajaran akan kehidupan. Melatih diri menjadi seorang manusia. Kehidupan ini sangat menyenangkan,^^

Kembali ke realitas, setiap melalui fase itu selalu ada ujian-ujian untuk mengukur kematangan akal kita. Semisal skripsi, dimana sebetulnya hanya sebuah ujian mental dan akal. Kompleks emosi yang ketika menghadapi skripsi. Namun setelah lulus, kehidupan yang dihadapi akan lebih kompleks dan lebih ribet lagi, bukan hanya sekadar kehidupan simpel dan kita tidak bisa bergantung pada orang lain. Ketika bekerja,yang dihadapi teman sekantor yang bisa menikam kapan saja, bos-bos yang selalu menuntut keringat kita supaya dia mendapatkan untung, keluarga-keluarga. Jika menikah nanti, harus menjaga istri, bersilahturahmi dengan keluarga dan keluarga besar. Komplek dan dinamikanya bermacam-macam.

Klo dipikirkan satu waktu bisa-bisa meledak. Gw rasa menjalaninya tahap demi tahap, tidak tergesa-gesa, lihat kesempatan. Jika kehidupan dilakukan dengan terburu-buru, bisa-bisa gak dimanage d.Haha

Yosh, mari berdoa semoga dunia baru tersebut dapat dihadapi oleh kita-kita dengan seizin-Nya. Hoho,^^

Friday, May 8, 2009

Selamat Jalan Pak Tua


Saat sholat jumat di mesjid dekat rumah tadi siang, gw menemukan bahwa ada tetangga rumah yang meninggal. Kebetulan saat itu gw duduk bersebelahan dengan sepupu jauh gw ntu. gw pun nanya ke dia,


A: “Gate, emang sapa yang meninggal?, rame bener ampe ada 2 truk TNI AL yang nongkrong nutupin jalan kompleks?

G: Parah lo,,masa gak tau klo pak S meninggal kemaren malem

A: yah, pak s meninggal, mesjid jadi berkurang d jamaah taatnya satu


Kemudian gw dan sepupu gw yang rumahnya berdekatan dengan rumah gw melanjutkan mendengarkan ceramah Jumat. Lalu dilanjutkan dengan solat Jumat. Setelah itu dilanjutkan dengan solat jenazah. Saat solat jenazah itulah gw terbayang kilasan-kilasan momen dengan pak s ketika kecil


Sewaktu kecil, sebagaimana layaknya anak kecil sekarang. Mesjid layaknya taman bermain. Kegiatan abis ngaji sore dan menunggu solat magrib diisi dengan kegiatan lari-larian di dalam mesjid bersama sepupu dan adek gw. Seinget gw dulu, gw merasa mesjid deket rumah tuh luas banget dalamnya, kayak bisa buat maen bola deh. Ditambah dengan karpet mesjid yang warnanya hijau muda daun. Semakin berasa kalau ruangan didalam mesjid adalah lapangan indoor untuk bermain. Selain bermain lari-larian, ruangan yang biasanya dipakai solat itu, kita biasanya juga main berantem-beranteman, main tamiya didalam mesjid. Tentunya kegiatan bermain tersebut tidak semulus yang dibayangkan. Ada pak S yang senantiasa memarahi kami begitu dia melihat kami bertiga bermain sesuka hati didalam mesjid.


Dengan tampang sangarnya, dengan tongkat saktinya yang selalu dibawa kemanapun berjalan, ia kemudian berteriak dengan menggelegar. JANGAN MAIN DISINI, DILUAR SANA, DISINI BUAT SHALAT!!. Seketika kami langsung kabur. Suasana dimarahin tersebut menjadi bumbu yang setiap sore didengar ketika bermain di Masjid. Kadang ketika mau solat magrib,trus masih bercanda di luar, kami bertiga pun dijewer satu persatu. Pokoknya pak s itu dahsat klo sudah memarahi kami. Suara yang menggelegar dan tampang yang sangar menjadi ciri-ciri dari pak S yang kami ingat.


Kami bertiga sering menyebut jurus marahnya dengan jurus blackhole. Karena ketika dimarahi, sekejap berasa kesenangan, keriaan dan tawa terhisap oleh suara marahnya. Tapi disatu sisi, pak s merupakan orang yang cukup dihormati dalam lingkungan rumah. Dia menjadi fans setia Masjid lingkungan sini. Dari subuh sampai isya, kehadirannya selalu ada didalam Masjid. Ibarat absen, absennya full, jarang madol. Kecuali klo dia sakit.

Dan kini, semuanya tinggal kenangan. Gw kembali ke realitas dengan posisi sedang mengikuti salat jenazah. Kini pak tua itu sudah memulai kehidupan barunya dialam lain. Semoga dirinya diterima disisi Yang Maha Kuasa. Amin


Setelah itu, gw kembali diingatkan dengan 3 hikmah dari kejadian tersebut

1. Kematian itu tidak diketahui kapan akan terjadi

2. Karena kematian itu tidak diketahui, sebaiknya gw selalu mempersiapkan amal ibadah untuk menjaga-jaga tabungan pahala ketika masa kematian itu tiba.

3. Yah pak, masa udah meninggal duluan, ajian blackholenya belum gw serap secara sempurna. Banyak bocah-bocah piyik yang makin gak tau aturan pas mau solat nih. T.T


Akhir kata, selamat jalan Pak Tua, semoga amal ibadahmu diterima disisi-Nya

Wednesday, April 29, 2009

Pembunuhan Karakter



“when men define situasions as real, they are real in their consequences”
– W.I. Thomas (1968)

Ungkapan penjelasan mengenai definisi situasi yang Thomas tulis mengartikan bahwa definisi situasi yang orang buat akan memberi efek yang nyata pada objek yang didefinisikan. Menurut Thomas, tindakan individu akan selalu didahului suatu tahap penilaian dan pertimbangan pada suatu objek dan kemudian ia memberi makna pada objek tersebut. Semisalnya ketika kita berdesakan keluar dari kereta ekonomi, kemudian ada mas-mas yang ingin buru-buru keluar dan dia menyenggol tas ibu-ibu maka secara spontan ibu tersebut memanggil orang tersebut maling karena panik sendiri. Disini, ibu-ibu tersebut sudah mendefinisikan mas yang buru-buru keluar sebagai maling. Konsekuensinya nyata, orang-orang yang berada didekat peron tersebut langsung mengejar mas-mas dan memukulinya sampai babak belur. Cenderung sekali konsekuensi ini berakibat buruk pada objek yang diberikan definisi.

Salah satu bentuk definisi situasi yang paling lekat dalam sehari-hari adalah ketika kita membicarakan orang lain untuk sebuah bahan tertawaan. Misalnya seperti ;

Situasi: lagi kumpul-kumpul dengan teman-teman
A: ah si x parah banget, gw sms berkali-kali ngasih tau bagian tugasnya ini sama dia gak dibales sama sekali.
B: emank tuh si x,kerjaannya ngilang mulu, goib
Teman-teman yang lain: hahahahaha


Pada situasi tersebut, a dan b jelas mendefinisikan si x sebagai orang yang susah dicari dan ilang mulu. Konsekuensinya jelas, mulai saat itu si x dinobatkan sebagai orang yang gak bisa dipercaya dan gak kompeten yang kerjaannya bisa bikin susah temen-temen sekelompoknya. Efeknya dapat membuat si x dikategorikan sebagai orang yang tidak ingin dimasukan kedalam satu kelompok tugas teman-temannya. Atau ketika kebagian satu kelompok dengan si x, teman-temannya merasa bahwa satu kelompok dengan dia merupakan suatu bencana.

Padahal ketika mendekati hari h tugasnya dikumpulkan, si x tiba-tiba ngirim email berisi tugasnya serta bilang ia lagi gak ada pulsa dan lagi ada kerjaan penting. Tetapi konsekuensi dari definisi tersebut tidak bisa dihilangkan begitu saja. Pada contoh kasus lain seperti,

Situasi: lagi ngobrol berdua
A: haha, si master cinta lagi kenapa ni?, cinta lo ditolak ama si m, si n atao si t?
B: banyak bener, kenapa si nanya gw tentang hal itu mulu?
A: yah, apa lagi emanngnya yang menarik dari kehidupan lo,haha
B: yaelah..

Dalam situasi ini, si A mendefinisikan si B sebagai pejuang cinta yang hidupnya hanya untuk mencari cinta. Konsekuensinya jelas, apa yang diungkit-ungkit dari si B hanya kehidupan cintanya. Penggambaran dari definisi situasi ini untuk menjelaskan bahwa objek yang didefinisikan dapat mendapat efek yang jangka panjang. Efeknya nyata, tidak bisa diulang dan jika si objek ingin menghilangkan definisi yang melekat pada dirinya maka ia akan membutuhkan usaha ekstra. Pemberian definisi situasi yang dangkal pada objek akan menjadi semacam stereotipe pada seseorang. Penggambaran citra si objek menjadi kaku, menyedernakan kualitas dari si objek.

Penyederhanaan ini membentuk reduksi karakter dari si objek. Didepan orang-orang maka ia akan menghadapi definisi-definisi yang dilekatkan oleh orang lain pada dirinya. Akan berpengaruh positif jika definisi tersebut dilakukan untuk menjadi kritik nyata bagi si objek. Tetapi jika definisi tersebut dilekatkan hanya untuk menjadi bahan tertawaan maka subjek-subjek yang memberikan definisi tersebut telah melakukan pembunuhan karakter pada objek.

Karakter dari a, b , c atau siapa saja yang menjadi objek definisi menjadi dipersempit. Ia hanya dikaitkan pada satu konteks dari bagian kehidupannya. Subjek-subjek yang mendefinisikan tersebut sama saja dengan pembunuh, mereka menjadi makhluk kejam namun dengan legitimasi dari teman-teman sekitar maka tindakannya menjadi sah. Apalagi ketika tindakan definisi ini memberikan kesenangan, keuntungan dsb pada orang banyak maka akan semakin terlegitimasi tindakan tersebut.

Lalu apakah hidup si objek hanya berkutat pada definisi yang subjek-subjek berikan?, tidak. Kehidupan seorang manusia itu luas,ia hanya tidak berkutat pada satu konteks. Kehidupan manusia merupakan kehidupan multikonteks, ia tidak berkutat terus pada satu objek dalam hidupnya. Ini yang membuat setiap manusia menjadi makhluk yang menarik.

Setiap orang akan menjadi makhluk yang menarik
Kecuali orang tersebut yang mempersempit dirinya.

Friday, March 20, 2009

It's 5


Setelah lama tidak bersua dengan angka 5, akhirnya kemaren bertemu kembali dengan angka 5. Yah hal ini terjadi saat lagi jalan ke basecamp komunitas yang mau gw teliti buat skripsi. Siang hari itu matahari sangat menyengat kulit, panasnya bukaaaaan main. Heran, padahal seharusnya masih musim hujan, tapi cuaca pas siang, cerah sekali. Saat malam pun menjadi gerah. Sampe-sampe, saat nelpon temen, tu hp jadi panas banget. Gw pikir tu Hp bakalan meleleh klo acara telpon menelpon diteruskan lebih lama lagi. Akhirnya gw melanjutkan perjalanan mencari basecamp kembali.

Karena uda terbiasa membaca peta, jadi saat dikasih tau ancer-ancernya sih jadi gampang menemukannya. Yang jadi masalah adalah rasa ketidak pedean ketika menemukan basecamp tersebut. Di dinding depan rumahnya sih ada lukisan angka 5 gede banget. Berhubung gw tertarik dengan angka 5, yah gw pelototin tuh angka 5 sambil mikir klo ni rumah merupakan basecamp yang dicari atau bukan. Tapi kok sepi, pager dikunci, pintu ditutup. Trus orang-orang sekitar pada ngeliatin tingkah laku gw yang kelihatan mencurigakan. Dikira maling kali. Akhirnya gw memutuskan untuk pulang. Pas nyampe depan jalan raya, mikir lagi. “Ah gila lo ga,,ud sampe sini, masa gak sekalian ditemuin aja basecampnya, jadi gak perlu nyasar lagi”. Nah supaya menghindari pandangan orang-orang yang ngeliatin gw jalan mondar-mandir, gw nyari jalan lain. Mungkin tu orang-orang pada mikir kok siang-siang bolong gini ada bocah sedeng mondar mandir gak jelas. Nyatronin rumah kosong pula lagi. ~.~’

Akhirnya dengan bermodalkan sok tau dan insting, akhirnya gw menemukan jalan lain ke tempat yang gw kira basecamp itu lagi. Emang sesuai pepatah deh, banyak jalan menuju ke Roma. Tapi karena panas banget cuacanya, ampe-ampe bau rambut gw sendiri, udah bau gosong gak jelas. Gw memutuskan ke warung, beli sebotol fanta, meneguknya bagaikan meneguk sake. Dan siap sedia. Akhirnya gw memutuskan untuk nanya langsung ke orang-orang yang tadi ngeliatin gw.

Setelah bertanya, ternyata bener, basecamp yang gw cari itu adalah rumah yang berlukiskan angka 5 tadi. Gw rasa yang di Atas uda ngasih petunjuk bahwa itu rumah yang gw cari. Haha, dodol de gw. Pas gw tanya-tanya, emang ntu basecamp baru ada orang-orangnya klo hari sabtu ma minggu. HaAaAaH,,hahaha.

Tapi dari perjalanan itu, gw ambil hikmah, bahwa gw menemukan angka 5 lagi. Dari gw kecil ampe gede selalu ada aja angka 5 yang mengiringi. Masuk Sd 05, Smp 155, Sma 55, masuk kuliah pun, masuk angkatan 2005. Sebetulnya gak penting-penting banget sih klo dikaji secara mendalam, tapi suka aja gitu. Kayaknya unik,(hahahaha). Dan sekarang tiba-tiba ada angka 5 lagi di basecamp dari komunitas yang mau gw teliti. Ajaib.

Pernah suatu malam, saat pulang dari kampus. Gw berpikir kenapa angka 5 kok ada mulu yah. Emang ada apa dengan angka 5?. Hee,,aneh. Dan tiba-tiba secara tidak terduga, di jalan yang biasanya gw selalu lewati kalau pulang dari kampus. Tiba-tiba ada angka 5 yang tertulis di aspal jalan tersebut. Tulisannya putih, kayaknya dipiloks. Sejenak gw terdiam dan memandangin angka 5 di aspal tersebut. Kayaknya tadi pagi gak ada deh, ajaib bener. Dan kembali melanjutkan perjalanan, tiba-tiba lagi. Gw menemukan angka 5 kembali didinding dari sebuah mart yang biasanya gak pernah ada. Yang ini lebih ajaib lagi. Akhirnya besok, pas berangkat ke kampus, gw cek lagi dengan melewati jalan yang sama. Ternyata angka 5 yang tadi malam tuh ilang semua. Hee. Aneh bin ajaib.

Akhirnya gw melakukan studi literatur mengenai angka dan angka 5. Prof. Annemarie Schimmel, seorang pakar dalam bidang kajian agama dan peradaban dunia, juga menguak misteri rahasia angka-angka itu dalam bukunya The Mystery of Numbers. Dengan bahan-bahan kajian kuno, setompok ayat suci, telahan yang luas dan mendalam, Schimmel telah membongkar berbagai rahsia sejarah angka-angka dalam berbagai peradaban kuno. Kemudian dia menjelaskan, . Angka-angka itu bukan hanya mengelilingi dan menentukan ruang dan waktu dalam rumusan-rumusan abstrak, melainkan juga sebahagian daripada sebuah sistem hubungan-hubungan misterius dengan bintang-bintang dan berbagai fenomena alam lainnya. Begitu 'tercipta' angka-angka membuktikan 'diri mereka' sebagai organisme yang hidup. Dengan daya dan segala keajaiban 'mereka' sendiri, 'mereka' menyebar ke berbagai sudut peradaban manusia tanpa mengenal batas geografi, suku, ras, atau budaya kecuali 'diri mereka' sendiri. Epistemologi itu yang kemudian menyakinkan banyak pengkaji numerologi, juga ahli fizik, bahawa angka-angka secara hakikat tidak lain adalah kemestian hukum Tuhan, sunnahtullah, sebagaimana alam semesta raya yang tidak terbatas ini.

Lalu dalam bukunya tersebut, Ann mensimbolisasikan angka 5 sebagai angka yang yang mensimbolkan cinta dan kehidupan. Untuk deskripsi lebih jelasnya lagi, kayaknya gw harus beli bukunya. Haha

Dalam berbagai situs lain,angka 5 dipahami sebagai:
• Considerated as the mediator between God and the universe, the five is regarded as a symbol of the universe.

• Symbol of the will's divine.

• Symbol of the perfection in the Mayas.

• In China, it is the number of the Center in addition to be considered as a male number amulet.

• Number of the life and the nature, according to Aeppli

• For H.- P. Blavatsky, "5 is the spirit of life and human love

• A nuptial number for the Etruscans and Romans because it is the first number resulting from the addition the first female number and the first male number. For the same reason, C. Agrippa calls it the number of the marriage

Jika digeneralisasikan, angka 5 cenderung dikaitkan dengan esensi kehidupan dan kasih sayang. Yang perlu dipahami lebih lanjut, kita sendiri harus memahami latar belakang bagaimana para ahli tersebut mensimbolkan angka 5. Karena menurut gw sendiri, angka 5 itu merupakan simbol netral seperti angka-angka lainnya. Yang memberi “isi” dan “makna” dari angka 5 adalah konteks dimana angka tersebut berada. Dalam hal tertentu, kita bisa memaknai bahwa sebuah angka 5 dapat dikatakan suci,misalnya angka 5 yang terbawa dalam konteks rukun Islam atau jumlah ibadah Sholat wajib kita dalam sehari. Dalam konteks lain, angka 5 juga bisa mensimbolkan sense kemanusiaan. Misalnya dengan jumlah 5 indera perasa kita dan sebagainya.

Sehingga, dalam konteks diri gw, angka 5 mensimbolkan apa ya. Karena menurut gw, angka 5 dalam hidup gw sendiri belum mendapat konteks yang kuat. Mungkin suatu hari nanti dapa terjawab. ^.^

*sebuah tulisan dan pikiran iseng di pagi hari*

Monday, March 16, 2009

Form: Wild!!




Beberapa minggu ini, jam tidur gw mengalami perubahan drastis. Dari yang biasanya nempel langsung molor berubah menjadi jam tidur drakula, tidur pagi bangun siang. Penyebab hal ini adalah masalah skripsi!. Skripsi membuat daku tak nafsu untuk makan(bukan karena pengen diet), 2 minggu ini pun dilalui dengan pola makan seadanya. Klo laper ya berusaha makan, ga laper ya tunda. Lalu ditambah masalah turlap, perasaan grogi ketemu orang baru dan malas benar-benar menghinggap di benak kepala. Untungnya sabtu lalu bisa turlap sebentar walaupun sesampai di tempat tujuan ternyata lagi gak orang-orang, jadinya cuman liat basecamp komunitasnya doang. Gapapalah, yang penting abis itu bisa ke margo, bersenang-senang.

Lalu hari minggu yang niatnya turlap kembali, menjadi berantakan. Bangun kembali siang dan tiba-tiba seluruh kepala menjadi pusing tanpa sebab akibat. Dipikir cuman pusing biasa, setelah mencoba tidur, bangun, tidur, bangun lagi hingga jam 18.00 WIB tiba. Walaupun pusing masih hinggap di kepala. Gw memberanikan diri untuk membuka pedoman wawancara dan sejenak melihat orang yang ingin diwawancara ada atau tidak di ruang virtual. Ternyata tidak ada, kepala kembali pusing dan ditambah dengan gusi di bagian kanan bawah menjadi ikut-ikutan sakit bukan main. Seperti ada gempa bumi dibagian gusi yang goncangannya sampai kebagia otak. Hal ini pelak membuat mood kacau tidak beraturan. Akhirnya berusaha menghibur diri dengan menonton bola di Tv hingga sedikit cahaya matahari menghampiri jendela. Lalu tidur..

Terbangunlah hari ini dengan sukses, kepala amat sangat sakit, rahang bagian bawah sakit, mata berasa lelah. Akhirnya tidur kembali sampai jam 12.00. Bangun-bangun, mood uda rusak parah, emosi tidak terkendali. Pikiran-pikiran negatif pun mengeruak dari kepala dengan sukses, rasanya benar-benar frustasi, bingung mau ngapain. Untungnya inget ada dvd baba yang mesti gw balikin ke glodok karena endingnya kepotong. Lalu dimulailah usaha untuk menghibur diri dan memperbaiki mood.

Pukul 13.00 wib. Menunggu kereta ke arah kota yang tak kunjung datang. Pikiran makin gak bisa dikontrol, rasanya pengen marah ke masinis, masa kereta yang operasi dikit banget. Lalu gw lepas aja kacamata (hingga seharian jalan-jalan gak pakai kacamata) supaya gak tambah pusing dan membeli pisang molen 2 buah untuk menenangkan pikiran.
Namun sampai jam 14.00 WIB, kereta gak kunjung datang,rasanya pengen dibom tuh stasiun. Dan hampir ada seorang alay yang hampir ketabrak kereta. Dan dalam hati gw berkata, mampus tuh orang. Dan untungnya tu alay berhasil menyelinap diantara dedaunan ketika keretanya hampir menabrak dia. “wah gak jadi koit, untung banget tu alay”. Dan beberapa menit kemudian lewatlah kereta ke kota.

Pukul 15.00, kereta akhirnya sampai di glodok dan ketika berusaha turun dari kereta, banyak bapak-bapak yang memaksakan diri naik padahal penumpang yang lain belum turun. Bukankah seharusnya mendahulukan penumpang turun terlebih dahulu baru naik?,,sial, kepalang emosi, akhirnya gw menambrak bapak-bapak yang berusaha naik dengan paksa tersebut dengan badan gw yang dimana dengan berhasil gw memaksa bapak-bapak itu menunda untuk naik kereta hingga gw dan ibu-ibu dibelakan gw pada turun.

Pukul 15.15- 16.00. Sesampai ke glodok, langsung melihat film-film dan anime-anime. Dan yang sangat aneh, gw gak tertarik untuk membeli film-film itu dan perasaan gw bener-bener hampa ketika melihat film-film itu. Tak seperti biasanya. Akhirnya langsung aja ke daerah glodok yang didalem. Jadi di glodok itu ada dua bagian, yang pertama adalah bagian itc, jadi tempat-tempat film dan segala elektroniknya berada dalam sebuah ruang yang mirip kayak mal-mal di itc. Dan yang kedua, adalah tempat-tempat film dan elektronik yang dimana ruang kegiatan jual-beli seperti dipasar (untuk ditempat yang kedua, banyak yang menjual dvd dan vcd porno dengan bebas).

Akhirnya ke tempat pedaleman itu untuk menukarkan dvd, dan anehnya ditempat itu yang biasanya ada beberapa pedagang film porno yang biasnya menarik gw untuk melihat dagangannya tapi kali ini gw diacuhkan oleh pedagang-pedagang itu. Ya gimana gak diacuhkan, gw masuk kedalam tempat itu dengan muka yang sangat amat bengis. Setelah menukarkan dvd, gw berniat untuk pulang naik busway.

Dalam perjalanan menuju halte busway, ada sebuah kolam air pancur deket situ. Pada pandangan pertama melihat air mancur itu, gw jadi sedikit tenang. Pada pandangan kedua, akhirnya gw memutuskan untuk duduk deket air mancur itu. Setelah duduk dideket kola air mancur itu, gw bener-bener merhatiin air-air yang ada didalam kolam. Sejenak kepala gw yang pusing dan emosi gw yang gak beraturan jadi tenang. Saat itu gw memikirkan cara-cara untuk menetralkan emosi dan kepala yang pusing ini.

Sejenak gw konsentrasi, mikir

“gw pasti bisa ngalahin diri gw sendiri, pasti bisa kontrol emosi gw, pasti bisa ngerjain skripsi gw, pasti bisa ngalahin diri sendiri, pasti bisa”
Setelah itu gw memutuskan untuk ke mal kalibata.

Pukul 17.15. Sesampai di mal kalibata, gw langsung meluncur ketempat arcadenya. Membeli 3 koin, dan menuju ke permainan yang memukul sansak kecil, yang kalau dipukul ntar keluar skornya. Lalu gw meluapkan emosi gw ke sebuah sansak kecil tersebut sampe gw dapet skor tertinggi, yaitu 9813. Setelah puas mukulin sansak, gw beli es krim dan pulang ke rumah jalan kaki.

Sesampai dirumah,,mood udah agak mendingan dan segera berencana untuk merevisi bab 2 dan siap-siap untuk turlap besok hari.

“Gw pasti bisa ngadepin masalah ini, pasti bisa, seperti yang sudah-sudah”
Semangatt!!!

dug,,gak jelas banget nih tulisan,,T.T